3 Dosen Teknik Kimia Ikuti Wawancara Calon IPM

0

2 Oktober 2015 lalu, FTI-UMI telah curi start untuk melaksanakan program Pembinaan Profesi Insinyur dan Sertifikasi Insinyur Profesional yang diikuti oleh semua Dosen FTI. tidak ketinggalan mahasiswanya pun di beri kuliah umum untuk memperkenalkan profesi insinyur dan sertifikasi insinyur, supaya kedepannya bisa lebih mempersiapkan diri untuk menjadi engineer sejati.

IMG-20160303-WA0007

Ir. H. Zakir Sabara HW, ST,. MT saat wawancara IPM

Setelah mengikuti Pelatihan Program Pembinaan Profesi Insinyur dan Sertifikasi Insinyur Profesional bulan Oktober kemarin, yang diadakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) cabang Makassar, akhirnya 3 Dosen Teknik Kimia kamis 03 Maret 2016 melakukan wawancara untukmemperoleh gelar Insinyur Profesional Madya (IPM) di Kantor Pusat PII Jakarta.

wawancara IPM

Dr. Ir. Nurjannah, ST,. MT saat wawancara IPM

Ketiga dosen tersebut adalah Ir. H. Zakir Sabara HW, ST.,MT (Dekan Fakultas Teknologi Industri UMI), Dr. Ir. La Ifa, ST., MT (Wakil Dekan IV FTI-UMI) dan Dr. Ir. Nurjannah, ST.,MT (Ketua Jurusan Teknik Kimia FTI-UMI).

Pembinaan profesi insinyur dan sertifikasi Insinyur Profesional ini dimaksudkan agar kedepannya semua akademisi yang bergelar Sarjana Teknik dan sarjana pertanian yang berprofesi di bidang ke insinyuran (Engineering), mampu bekerja di bidangnya dengan keahlian khusus yang dimilikinya.

Proses sertifikasi Insinyur ini ada tiga tahapan yaitu Insinyur Profesional Pratama  (IPP), Insinyur Profesional Madya (IPM) dan Insinyur Profesional Utama (IPU).

Untuk memperoleh gelar tersebut, seorang sarjana engineer harus terlebih dahulu mengikuti pembinaan profesi insinyur untuk dapat menyandang gelar Insinyur (Ir.) di depan namanya.

wawancara IPM

Dr. Ir. La Ifa, ST,. MT saat wawancara IPM

Bukan hal yang mudah untuk medapatkan gelar Insinyur Profesional tersebut,  seseorang harus :

  • Mempunyai dasar pengetahuan kesarjanaan untuk profesi keinsinyuran.
  • Telah mengumpulkan pengalaman dan kemampuan profesi keinsinyuran yang cukup untuk memenuhi suatu persyaratan bakuan kompetensi (competency standard) yang ditetapkan PII.
  • Mandiri dalam mengemban tanggungjawab profesinya.
  • Melaksanakan tugas-tugas keinsinyuran itu sebagai profesinya sehari-hari.¬†Memelihara kemutakhiran kemampuan profesionalnya.

“Ini baru permulaan, dan diharapkan kedepannya seluruh Dosen Teknik Kimia diupayakan untuk memperoleh gelar profesional tersebut” ucap Dekan FTI-UMI. semoga dalam waktu dekat ini hasil wawancara sudah keluar dan memperoleh hasil yang baik. dan akan ada calon calon IPM lainnya yang muncul. (du)

 

Share.